Monday, June 24, 2019

Sorry Ghost Episode 3 !

Adakah cerita horor di hotel yang pernah Kamu alami? Saya sendiri mengalami kejadian seram saat bermalam di hotel. Percaya nggak percaya sih, tapi bawasannya hal tersebut memang ada. Karena dunia ini memiliki dua alam yang berbeda, alam nyata dan alam gaib.

Kisah horor biasanya diawali dengan munculnya perasaan tidak enak saat pertama kali masuk ke dalam kamar

Seperti pengalaman horor di hotel yang saya alami. Dari luar, kondisi hotel yang saya tempati tidak ada masalah dan tidak ada keanehan sama sekali. Tapi entah kenapa saya merasa agak aneh ketika kaki melangkah masuk ke dalam lobi. Saya hanya berpikir bahwa kondisi badan saya lelah karena capek setelah melakukan beberapa aktivitas.
Setelah mendapatkan kunci kamar, saya pun bergegas menuju kamar untuk istirahat. Tapi tetap saja saya masih merasa tidak enak badan. Saya mencoba merebahkan badan sejenak di kasur dan kemudian berniat untuk membersihkan badan.
Hari pun mulai gelap, saya memutuskan untuk mandi. Berharap semua rasa capek yang saya rasakan hilang. Setelah saya selesai mandi, saya pun keluar dan merasa terkejut lantaran saya melihat semua gorden dan jendela terbuka. Sehingga angin pun dengan bebas masuk ke dalam kamar, karena sudah magrib saya pun bergegas menutupnya.
“Jederrrrrr…….!” Saya pun terperanjat kaget ketika mendengar pintu kamar mandi tertutup dengan keras. Kali ini bulu kuduk saya benar-benar berdiri. Saya menatap ke arah kamar mandi sejenak sebelum membuka kunci kamar dan keluar.
Saya menceritakan kepada teman saya tentang kejadian yang baru saja saya alami dan menayakan kepadanya juga apakah dia yang membuka semua jendela dan korden kamar? Tapi teman saya hanya menjawab bahwa dia baru saja datang ke hotel dan belum masuk ke dalam kamar. Lalu siapa yang membuka gorden dan jendela?

Mungkin, Kamu pun pernah mendengar, suara berisik di tengah malam yang tak diketahui dari mana asal muasalnya

Terkadang saya malas untuk menghiraukan keadaan sekitar saat bermalam di hotel. Terlebih bila kondisi badan sudah lelah. Setelah masuk ke dalam kamar, hal yang saya pikirkan adalah tidur. Tapi naas, malam itu saya tidak bisa tidur.
Berbagai hal saya lakukan, mulai dari chat sama teman-teman, mendengarkan musik hingga membaca buku. Biasanya, bila mata saya capek maka akan terpejam dengan sendirinya. Saya melirik jam pada layar smartphone saya. Tak terasa sudah jam 12 malam.
Ketika mata sudah mulai berat, saya meletakkan buku yang saya baca dan tidur. Baru memejamkan mata, saya pun terpaksa membuka mata dan bangun. Saya mendengar suara anak-anak bergurau kencang sekali. Saya diam dan mencoba mencari sumber suara tersebut. Semakin kencang dan semakin berisik.
“Duh, ini anak, mak bapaknya kemana sih? Jam segini belum tidur malah berisik!”
Saya bergumam meluapkan kekesalan. Pertama saya masih bisa sabar, lama-lama saya merasa teganggu karena semakin berisik dan gaduh. Dengan sedikit rasa kesal, saya menelpon receptionist. Agar pihak hotel yang menegur tamu sebelah. Tapi informasi dari pihak hotel justru membuat saya semakin kaget.
“Maaf Ibu, sebelah kamar Ibu sudah melakukan check-out tadi siang, dan sekarang kosong.”
Lalu siapa yang berisik malam-malam begini? Sampai pagi menyingsing saya tidak mendapatkan jawabannya.

Yang paling menyeramkan, ketika harus bertatap muka dengan makhluk yang harusnya tak kasatmata

Pengalaman aneh yang saya alami bersama seorang teman di suatu hotel di Belitung selalu menjadi obrolan menarik. Entah kenapa setiap kali bertemu dengannya, kami semangat membahas hotel tersebut yang menurut kami itu adalah hotel teraneh.
Saat itu, saya dan Marisa tidak ikut peserta lainnya untuk mengikuti penutupan event. Kami sudah capek, dan saya sendiri menderita radang tenggorokan. Dari sore kami hanya melakukan kegiatan di kamar, saya tidur begitu juga Marisa. Sekitar jam 10 malam, saya terbangun dan saya mendapati Marisa sedang memainkan smartphone miliknya.
Kami pun ngobrol dan saya mengajak dia untuk keluar ke lobi karena bosan di kamar. Tanpa pikir panjang Marisa pun mengiyakan ajakan saya. Setelah puas di lobi, kami pun masuk ke dalam kamar dan saya berkata padanya “Sepertinya aku akan susah tidur deh, seharian tidur kebangun jam segini.” Marisa hanya terkekeh. Setelah itu saya pun tidak ingat apa-apa.

***

Malam itu, pada saat kami masuk ke dalam kamar, rupanya saya sudah terlelap sejak badan saya menyentuh kasur. Sementara Marisa justru tidak bisa tidur dan berusah tidur sambil bermain handphone. Namun tiba-tiba dia melihat sosok wanita putih berada tepat di bawah kaki saya. Berdiri dengan rambut panjang yang terurai dan posisi kepala yang menunduk.
Sontak Marisa pun kaget dan teriak. Tapi, saya tidak merespon teriaknnya dan masih terlelap dalam tidur. Ibarat mimpi buruk dia pun segera memejamkan mata dan komat-kamit membaca doa-doa. Malam itu seolah menjadi malam terburuk untuk Marisa dan rasa aneh yang saya rasakan sejak menempati kamar tersebut pun terjawab sudah.

Namun, inilah puncaknya, suara-suara horor yang mencekam dan membuat kami terdiam

Rasanya aneh ketika saya dan keluarga memutusakan untuk memesan hotel saat berlibur di salah satu tempat wisata di Purwokerto. Harga kamar yang saya pesan tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Fasilitasnya pun lumayan menurut saya. Sama seperti hotel-hotel pada umumnya yang terletak di sekitar area wisata.
Musim liburan membuat hotel yang kami tempati ramai. Saya pun merasa bahwa sebelah kanan dan kiri kamar saya dihuni tamu lain. Malam itu, saya tidur bersama kakak saya, dan anggota keluarga lain berada di kamar yang berbeda.
Di tengah-tengah gurauan kami, tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar sebelah. Sontak kami pun menghentikan obrolan. Namun, setelah kami diam justru suara itu hilang. Seolah tak menghiraukan kami pun melanjutkan ngobrol lagi hingga suara dari kamar sebelah terdengar jelas.
“Suara apa sih itu kak?” Karena penasaran, saya pun bertanya kepada kakak saya dan dia hanya menaikkan bahu, memberikan isyarat bahwa dia pun tidak tahu itu suara apa?
“Ah..ah…ah…ah….sudah mas….!”
Sontak saya dan kakak saya saling memandang dan kemudian kami pun terkekeh mendengar suara tersebut makin kencang.

Sumber :
https://phinemo.com/cerita-horor-di-hotel/

Sorry Ghost Episode 2 !


Seorang penumpang bus bernama Hebbie Agus Kurnia menceritakan pengalaman mistisnya lewat IG story-nya. Ia merasa aneh ketika naik sebuah bus ke Bandung

kronologis kejadian di bus via www.instagram.com

Kronologisnya begini, Hebbie naik bus dari gerbang tol Bekasi Timur pada pukul 5 sore hari. Semuanya normal pada awalnya. Kondektur teriak ‘Bandung, Bandung, Bandung’ dan penumpangnya pun penuh. Suasana jalan yang macet bikin ia memilih untuk merapikan barangnya kemudian tidur. Kondektur belum menagih uang kepadanya waktu itu. Ia pun mengambil headset lalu memilih tidur.

Pas bangun pukul 8 malam, dia ternyata masih berada di Purwakarta. Ia agak panik ketika melihat penumpang lain badannya tegak dan mukanya pucat

horor banget via www.instagram.com

“Ekspresi dan raut muka beberapa penumpang udah mulai agak beda. Gue ngeliat kok orang-orang pas lampu bus dinyalain, pada tegang dan pucet. Duduknya bener-bener tegap, tapi mukanya pucet,” ungkap Hebbie di blognya.

Sumber :
 https://www.hipwee.com/travel/viral-seorang-penumpang-naik-bus-hantu-dari-bekasi-menuju-bandung-kisahnya-ngeri-banget-sih/

Sorry Ghost Episode One !

Merinding! Inilah 5 Kejadian Menyeramkan Saat Pembuatan Film Horror
FAMOUS.ID - Kejadian horror ternyata nggak hanya terjadi dikehidupan sehari-hari. Kejadian aneh saat shoting film horor ini pun bisa jadi menjadi kejadian paling mengerikan bagi para pemain atau kru film tersebut. Meski begitu, nggak dipungkiri bahwa film horor yang dibuatnya pun kini menjadi pembicaraan di seluruh dunia. Nggak main-main, hal aneh dan kejadian mengerikan mulai dengan kru film yang meninggal secara tiba-tiba, lokasi tempat syuting yang terbakar, sampai para aktor-artis yang selalu merasa ada yang mengikuti mereka selepas syuting tentu saja yang dimaksud diikuti adalah diikuti makhluk halus. Berikut peristiwa aneh saat membuat film horor bersama kisahnya yang membuat bulu kuduk pasti merinding!

1. The Omen
The Omen merupakan satu dari sekian banyak film horor yang dianggap sangat menyeramkan sepanjang masa. The Omen menceritakan tentang sebuah keluarga diplomat (Robert bersama Katherine Thorn) yang mengadopsi anak setan (Damien). Dari sinilah kejadian paling seram berawal. Tidak terbayang bencana mengerikan yang dihasilkan oleh Damien si terkutuk tersebut. The Omen berdurasi 1 jam 51 menit ini dirilis pada tahun 1976 dengan Richard Donner sebagai sutradaranya. Film ini menuai sukses dengan margin profit 61 juta dolar. Padahal biaya pembuatannya tidak sampai 3 juta dolar. Kengerian dirasakan bukan pada kejadian saat syuting film horor barat, akan tetapi ketika film itu telah selesai. Banyak para kru melaporkan kejadian yang misterius. Para pemain juga merasa dihantui. Pada tahun 2006, film The Omen diproduksi ulang oleh John Moore selaku produser. Katanya, ia memperoleh teror yang sangat menyeramkan selama proses produksi film the Omen. Tidak ketinggalan para kru yang juga merasa dihantui selama syuting. Yang paling menyeramkan adalah ketika ada rekaman hilang secara misterius semacam terputus dengan bertuliskan Error 666. Menurut kepercayaan, angka triple 6 merupakan simbol dari setan.

2. The Exorcism of Emily Rose
Film yang masuk ke dalam 10 film horor terpopuler ini, ternyata based on true story. Anneliese Michel yang kerasukan setan, meninggal setelah menjalani berbagai macam ritual untuk mengusir setandan ritual gagal. Pemeran Emily Rose, Jennifer Carpenter mengaku tidak mampu memejamkan mata selama beberapa hari selepas syuting film The Exorcism of Emily Rose tersebut. Ia merasa ada sosok yang terus mengikutinya seusai syuting dan pulang. Alat musiknya menyala sendiri saat larut malam dengan memainkan lagu milik Pearl Jam berjudul Alive. Di lagu ini ada lirik I’m still alive yang membuat Jeniifer bergidik.

3. The Exorcist
The Exorcist berdasarkan dari novel yang menceritakan kisah nyata tentang pengusiran setan pada seorang gadis belia di tahun 1949. Para kru dan produser -seperti biasa- merasa dihantui selama proses produksi film. Ada beberapa kejadian menyeramkan saat syuting berlangsung. Lokasi syuting juga sempat terbakar hingga diputuskan untuk memanggil pendeta untuk memberkati tempat kejadian. Meski demikian, The Exorcist meraih penghargaan dari Weekly Entertainment sebagai film paling mengerikan. Keuntungan yang besar juga diraih. Tidak kurang 441 juta dolar berhasil dikantongi. Padahal tidak lebih dari 12 juta dolar biaya pembuatannya.

4. The Amityville Horror
Film yang bercerita tentang suami-isteri dan anak mereka membeli rumah yang belakangan diketahui di rumah tersebut pernah terjadi pembantaian masal. Sang suami mengaku mendengar bisikan agar membunuh 6 anggota keluarga dia. Konon, pembantaian massal terjadi tepat pukul 03.15. Yang cukup mengerikan adalah, ketika syuting, para kru pembuat film mengaku terbangun selalu tepat pada jam 03.15. Tidak hanya itu, ada juga ditemukan mayat tidak jauh dari tempat syuting. Apa film ini sukses? Tentu saja. Hanya dengan 19 juta dolar sebagai modal pembuatannya, film ini untung hingga 108 juta dolar.

5. The Conjuring
Sekitar tahun 1970an, suatu keluarga Peron mendapat teror dari setan yang ada di rumah mereka. Saat syuting berlangsung di tahun 2013, keluara Peron juga sempat berkunjung ke lokasi shooting. Para kru melihat hal ganjil seperti angin yang bertiup kencang menuju keluarga Peron padahal dedaunan dan ranting di sekitar tidak bergerak. Saat yang sama bertempat di Atlanta, rumah Keluarga Peron saat ini, anaknya Carolyn jatuh dan harus terbaring dirawat di rumah sakit. Tidak berhenti disitu, hotel tempat menginap para kur terbakar hebat. Para kru harus dievakuasi.
Itulah lima kejadian menyeramkan saat syuting film horror. Ternyata, membuat film horor itu tambah menyeramkan. Terbukti dengan banyaknya kejadian kejadian aneh di lokasi syuting. Yuk simak ulasan selengkapnya tentang kejadian menyeramkan saat syuting film horror divideo dari Crack An Egg yang ada di halaman ini Famous People! (non)

Sumber :
https://www.brilio.net/video/entertainment/merinding-inilah-5-kejadian-menyeramkan-saat-pembuatan-film-horror-1710034.html

Sensitif Gender Vol. 2

 PT KAI menyatakan masalah mahasiswi yang mengaku dilecehkanoleh penumpang pria di kereta Jakarta-Surabaya telah diselesaikan secara kekeluarga. KAI memberikan sejumlah imbauan dan berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

"Kami menghimbau dan mengingatkan kepada para penumpang agar tetap waspada selama dalam perjalanan baik dengan barang-barang bawaan serta perilaku penumpang di sekitar," kata VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2019).


Selain itu, Edy juga mengimbau penumpang menghindari menggunakan perhiasan atau barang-barang mewah berlebihan yang kemungkinan dapat mengundang tindak kejahatan. Edy juga meminta jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal.


"Jangan mudah menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal. Waspada terhadap orang dan barang yang mencurigakan," ujarnya.

Edy juga mengingatkan penumpang untuk segera melaporkan ke petugas jika ada hal-hal yang mencurigakan dan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Sebelumnya, seorang mahasiswa mengaku mengalami pelecehan seksual di kereta. Peristiwa itu diceritakan seorang penumpang dalam akun Twitter-nya pada Selasa (23/4).


Edy menegaskan kasus itu sudah diselesaikan. Kedua belah pihak telah dipertemukan dan dimediasi.


"Menanggapi tweet dari akun yang menyatakan dirinya telah dilecehkan oleh penumpang lainnya saat ada di dalam KA Sembrani no 48 dengan rute Gambir-Surabaya Pasar Turi keberangkatan Senin, 22 April 2019, KAI menegaskan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dan pelaku," kata Edy.

Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-4525061/cegah-pelecehan-seksual-di-kereta-kai-imbau-penumpang-waspada?_ga=2.245012871.361579484.1561440847-1890961677.1561440847

Sensitif Gender

 Komnas Perempuan menyesalkan peristiwa pelecehan seksual yang dialami penumpang perempuan saat dalam perjalanan kereta Jakarta-Surabaya. Komnas Perempuan menilai hal itu menunjukkan rentannya perempuan terhadap kekerasan seksual. 

"Kedua, transportasi umum itu kan tempat yang terbuka di mana harusnya orang bisa menjaga ini ya, orang di tempat terbuka saja tidak bisa menjaga perilaku bagaimana lagi di tempat-tempat tertutup. Bagaimana kita bisa membayangkan rentannya perempuan terhadap kekerasan seksual," ujar Ketua Komnas Perempuan, Azriana kepada detikcom, Jumat (26/4/2019). 


Azriana mengatakan, terjadinya pelecehan seksual di transportasi umum ataupun tempat terbuka memperlihatkan bahwa perempuan masih dilihat sebagai objek. Dia pun meminta pengawasan di transportasi umum, khususnya kereta api (KA) lebih ditingkatkan. 

"Dan itu kenapa bisa terjadi di tempat terbuka seperti itu, karena itu tadi perempuan masih dilihat sebagai objek dari keisengan, objek dari pelampiasan hasrat seksual dan sebagainya. Dengan kejadian ini bukan saja soal pengawasan di transportasi umum yang harus ditingkatkan, tapi petugas juga sudah harus sensitif gender dengan situasi kemudian kalau ada orang yang mengalami pelecehan dan melaporkan itu ada reaksi cepat yang diambil. Bukan menyalahkan korbannya tapi harusnya terlebih dulu menangani pelakunya, dan jangan mentolerir sedikitpun. Karena tidak ada alasan apapun yang membenarkan pelecehan seksual," tuturnya. 

Azriana juga menyayangkan respon petugas keamanan KA yang disebut tidak responsif dan malah menyalahkan korban. Menurut dia, hal itu menunjukkan gambaran bahwa petugas pelayanan publik dan transportasi di Indonesia masih memiliki budaya menyalahkan korban dan bias gender. 

"Saya ingin mulai dengan sikap petugasnya ya. Ini kan juga gambaran dari petugas-petugas pelayanan publik kita, transportasi itu masih punya budaya menyalahkan korban, sikap menyalahkan korban itu masih sangat kuat. Memang budaya yang menghambat akses korban untuk pulih juga. Sikap petugas itu memperlihatkan budaya menyalahkan korban itu masih sangat kuat di kalangan petugas pelayanan publik kita," kata Azriana.

"Itu satu dan ini sikap ini lahir dari cara pandang yang bias gender. Yang masih melihat menjaga urusan, sikap, mengendalikan perilaku masih diletakkan di perempuan saja. Perempuan dilihat sebagai objek. Kewajiban meletakkan, untuk menjaga perilaku yang diletakkan kepada perempuan itu kan berdasarkan sikap melihat perempuan sebagai objek. Dua kebiasaan ini masih berjalan seiring. Itu yang kemudian yang menyebabkan ada pernyataan-pernyataan seperti tadi kepada perempuan korban pelecehan seksual," sambung dia. 

Dia pun meminta PT KAI tak hanya sekadar memberikan pembinaan kepada petugas yang memberikan jawaban tak pantas kepada korban. Azriana juga meminta PT KAI untuk mengawasi dan memantau apakah dari pembinaan itu ada perubahan perilaku. 

"Yang pertama pembinaan itu salah satu cara mencegah keberulangan, tapi yang harus dipastikan ada pemantauan juga dari proses yang dilakukan ada perubahan pelaku nggak. Itu juga jadi nggak cukup pembinaan tanpa pengawasan. Dan pembinaan harus dibarengi juga dengan infrastruktur yang mendukung untuk gimana pencegahan pelecehan seksual itu bisa terjadi. Perubahan paradigma, perspektif itu juga didukung oleh infrastruktur dan sarana yang bisa meminimalkan kejadian pelecehan itu," kata Azriana. 

Sebelumnya diberitakan, pengakuan seorang penumpang perempuan yang mendapat pelecehan seksual dari penumpang pria saat dalam perjalanan kereta Jakarta-Surabaya viral di media sosial. Peristiwa itu diceritakan seorang penumpang dalam akun Twitter-nya pada Rabu (23/4). Dia mengatakan pria yang melecehkannya itu berinisial AR, tinggal di Pesona Kalisari, Pasar Rebo, dan kerap naik kereta api Indonesia (KAI), khususnya rute Jakarta-Surabaya atau sebaliknya. Mereka sempat berbincang hingga terjadi pelecehan seksual. 


Perempuan itu kemudian melaporkan kejadian pelecehan seksual itu kepada petugas keamanan kereta. Namun, sayangnya petugas malah memberikan jawaban yang tak pantas kepada korban. 

"Ironisnya, security kereta malah mengatakan 'ah biasalah mbak, namanya juga cowo. Mending kita omongin baik-baik, dia pelanggan, saya harus jaga privasinya. Lagi pula, mbaknya terlihat seperti anak karokean, bukan anak baik-baik, jelas aja dia berani'," kata perempuan itu dalam akun Twitter-nya, Selasa (23/4). Dia menirukan pernyataan petugas kereta api yang menerima aduannya.

PT KAI pun memberi penjelasan soal kejadian itu dan menegaskan kasus itu sudah diselesaikan. VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo juga meminta maaf kepada mahasiswi tersebut atas perilaku petugasnya.

"Perihal itu nanti kita lakukan pembinaan petugas terkait ya, kemudian kita evaluasi juga kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, semoga ini kejadian terakhir lah ya," kata Edy saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2019).

"PT KAI turut prihatin atas kejadian tersebut, kemudian PT KAI mohon maaf apabila ada petugas yang mungkin tidak berkenan, PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, yang mungkin jawaban dari petugas PT KAI yang tidak berkenan," imbuh dia. 

https://news.detik.com/berita/d-4525330/komnas-perempuan-kecam-pelecehan-mahasiswi-di-ka-petugas-harus-sensitif-gender?_ga=2.54645673.361579484.1561440847-1890961677.1561440847